Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Tuesday, October 8, 2013

Penyerbukan

Penyerbukan dapat terjadi dengan berbagai perantara :
  1. Perantara angin disebut anemogami, dapat terjadi bila butir serbuknya amat ringan, kecil dan kering.
    Contoh : pada pinus, damar, rumput-rumputan.
  2. Perantara air disebut hidrogami.
    Contoh : pada tanaman air.
  3. Perantara hewan disebut zoogami.
·         Bila serangga Þ entomogami
·         burung Þ ornitogami
·         siput Þ malakogami
·         kelelawar Þ kiroptorogami
  1. Perantara manusia disebut antropogami.
    Contoh : penyerbukan vanilli di Indonesia.

Menurut asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4 :
  1. Autogami (penyerbukan sendiri)
    Serbuk sarinya berasal dari satu bunga yang sama. Bila terjadi pada saat bunga belum mekar disebut kleistogami.
  2. Geitonogami (penyerbukan tetangga)
    Bila serbuk sari berasal dari bunga lain yang berada dalam satu pohon (satu individu).
  3. Alogami (penyerbukan silang)
    Bila serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang masih satu spesies.
Kadang-kadang terjadi kegagalan penyerbukan dan pada beberapa jenis tumbuhan tidak mungkin terjadi autogami. Penyebabnya adalah sebagai berikut :
  1. Dikogami : Bila waktu masaknya putik dan serbuk sari tidak bersamaan, hal ini disebabkan karena:
Ø  Serbuk sari masak lebih dahulu daripada putiknya ….(protandri).Contoh : seledri, bawang Bombay, jagung
Ø  Putik masak lebih dahulu daripada serbuk sari ….(protogini).
  1. Didesious : Bila pada satu spesies, alat kelamin jantan dan betinanya terpisah
    Contoh : salak dan melinjo (Gnetum Arremon)
  2. Heterostili : Bila panjang antara tangkai benang sari dan tangkai putik tidak sama dan berbeda jauh.
    Contoh : kopi, kina dan kaca piring.
  3. Herkogami : Bila bentuk bunga tidak memungkinkan serbuk sari jatuh ke kepala putik.
    Contoh : vanili

Proses Penyerbukan dan Pembuahan
Butir serbuk/serbuk sari Þ menempel pada kepala putik Þ membentuk buluh serbuk (2 inti, inti vegetatif dan inti generatif) berjalan ke arah mikropil (pintu kandung lembaga) Þ inti generatif membelah Þ 2 inti sperma Þ sampai di mikropil, inti vegetatif mati Þ satu inti sperma membuahi sel telur Þ embrio. Satu inti sperma lain membuahi inti kandung lembaga Þ endosperma (makanan cadangan bagi embrio).
Karena pembuahannya berlangsung dua kali maka pembuahan pada Angiospermae disebut pembuahan ganda.
Embrio pada tumbuhan berbiji tertentu dapat terbentuk karena beberapa sebab. yaitu :
-          Melalui peleburan sperma dan ovum (amfimiksis)
-   Tidak melalui peleburan sperma dan ovum (apomiksis), yang dapat dibedakan atas:
a)   Apogami : embrio yang terbentuk berasal dari kandung lembaga. Misalnya : dari sinergid dan antipoda.
b)   Partenogenesis : embrio terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi.
c)   Embrio adventif : merupakan embrio yang terbentuk dari sel nuselus, yaitu bagian selain kandung lembaga.
Apomiksis dan amfimiksis dapat terjadi bersamaan, maka akan terbentuk lebih dari satu embrio dalam satu biji, disebut poliembrioni. Peristiwa ini sering dijumpai pada nangka, jeruk dan mangga.


Thursday, June 13, 2013

Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

SEL HEWAN

Pengertian Sel Hewan

Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas, dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.

Sel hewan terdiri dari vesikel, mitokondria, sentriol, nukleus, nukleolus, kromatin, ribosom, retikulum endoplasma,mikrotubulus, membran plasma, vakuola, sitosol, selaput inti, badan golgi, lisosom, dan vesikel.


Bagain-Bagian Sel Hewan Dan Fungsinya

a.       Membran Sel Berfungsi untuk mengatur pertukaran zat, sebagai pelindung, tempat menerima rangsang.
b.      Nukleus Berfungsi sebagai tempat pengendalian aktivitas sel, tempat AND yang berfungsi sebagai faktor keturunan.
c.       Retikulum Endoplasma Berfungsi sebagai sintetis dan transportasi berbagai macam zat kimia.
d.      Kompleks Golgi Berfungsi untuk merakit mikro molekul yang kaya karbohidrat.
e.      Ribosom Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesa protein.
f.        Mitokondria Berfungsi sebagai tempat respirasi aerob.
g.       Lisosom Berfungsi sebagai tempat mencerna bahan-bahan dari luar sel dan bahan yang tidak dipakai dari dalam sel.
h.      Badan Mikro Berfungsi mengandung enzim katalase dan oksidasi disebut perolisisum, yang mengandung enzim untuk daun asam glioksiat disebut pada tumbuhan.
i.         Sentrosom Berfungsi sebagai peran dalam pembelahan sel yaitu pada pergerakan kromatin.
j.        Sentriol Berfungsi untuk mengontrol pembentukan benang-benang gelondong selama pembelahan sel.

Ciri – Ciri Sel Hewan :
1.          Tidak memiliki dinding sel
2.            Tidak memiliki plastida
3.            Memiliki lisosom
4.            Memiliki sentrosom
5.            Timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6.            Bentuk tidak tetap
7.            Pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit

Gambar Sel Hewan



Gambar Sel Hewan

Diagram tiga dimensi sel hewan, termasuk organelnya


SEL TUMBUHAN
Pengertian Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan merupakan  bagian terkecil dari setiap organ tumbuhan. Sel tumbuhan adalah penggerak dari suatu tumbuhan itu sendiri. Sel tumbuhan cukup berbeda dengan sel organisme eukariotik lainnya. Fitur-fitur berbeda tersebut meliputi:
Vakuola yang besar (dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah. Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifa yang digunakan oleh fungi. Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
Kelompok tumbuhan tidak berflagella (termasuk konifer dan tumbuhan berbuga) juga tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.

Tipe sel Tumbuhan
Sel Parenkim - Sel ini memiliki fungsi untuk menyokong berdirinya tumbuhan, juga merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi tumbuhan. Sel parenkim memiliki dinding primer yang tipis, dan sitoplasma yang sangat fungsional. Sel ini hidup saat dewasa, dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia.

Sel kolenkim
Sel kolenkim tersusun sebagai berkas atau silinder dekat permukaan korteks pada batang dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Kolenkim jarang ditemukan pada akar. Kolenkim adalah jaringan hidup, erat hubungannya dengan parenkim, dan terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ yang muda. Bentuk sel berkisar antara bentuk prisma hingga bentuk memanjang. Sel-sel kolenkim memiliki dinding primer yang lebih tebal dibandingkan sel-sel parenkim. Dinding tidak menebal secara merata dan itu merupakan ciri khasnya. Sel-sel parenkim tidak memiliki dinding sekunder dan lignin.

Sel sklerenkim
Sel sklerenkim membentuk kumpulan sel yang berkesinambungan atau berupa berkas yang ramping. Selain itu, sklerenkim juga terdapat tersendiri di antara sel-sel lain. Sklerenkim dapat berkembang dalam tubuh tumbuhan primer ataupun sekunder. Dindingnya tebal, sekunder dan sering berlignin, dan pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang. Jaringan sklerenkim juga termasuk tipe jaringan permanen sederhana. Ada dua tipe sel pada jaringan ini, yaitu, serabut dan sklereida. Kedua macam sel tersebut berdinding sangat tebal yang mengandung selulosa dan lignin yang disekresikan oleh protoplas sel-sel itu. Protoplas mati apabila dinding mencapai tebal maksimumnya. Serabut adalah sel-sel yang sangat panjang dengan ujung sel lancip. Serabut memiliki kekuatan dan fleksibilitas yang besar. Karena kekuatan serta kelenturannya maka sel-sel ini digunakan orang dalam pembuatan lilitan, tali, tikar dan berbagai tekstil. Sklereida seperti serabut berdinding tebal dan keras, namun sel sklereida pendek dan tidak sepanjang serabut. Sklerida dapat ditemukan misalnya pada buah apel, sklereida membangun bagian penting pepagan pohon.

Tipe jaringan Sel Tumbuhan
Sel Arabidopsis
Jaringan epidermis - jaringan paling luar yang membungkus tumbuhan
Jaringan pengangkut - berperan dalam pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan
Jaringan tanah - melakukan fotosintesis, penyimpanan makanan, dan penyokong struktur.
Parenkim - Dinding primer tipis, tidak memiliki dinding sekunder; dapat berkembang menjadi jaringan tumbuhan yang lebih terspesialisasi.
Kolenkim - Dinding primer yang tebal, bergabung untuk menyokong bagian tumbuhan yang sedang tumbuh.
Sklerenkim - Dinding sekunder tebal, menyokong bagian tumbuhan yang tidak tumbuh.

Bagian Sel Tumbuhan


Ø  Membran sel
Ø  Dinding sel
Ø  Plasmodesma
Ø  Vakuola
Ø  Tonoplas
Ø  Kristal
Ø  Plastida
Ø  Kloroplas
Ø  Leukoplas
Ø  Kromoplas
Ø  Badan golgi
Ø  Ribosom
Ø  Retikulum endoplasma
Ø  Mitokondrion
Ø  Mikrotubula
Ø  Mikrofilamen
Ø  Lisosom
Ø  Tubuh mikro
Ø  Hyaloplasma
Ø  Nukleus
Ø  Membran nuclear
Ø  Pori-pori nuclear
Ø  DNA
Ø  Kromatin
Ø  RNA
Ø  RNA duta
Ø  RNA transpor

Ciri – Ciri Sel Tumbuhan :
1.      memiliki dinding sel dan membran sel
2.      umumnya memiliki plastida
3.      tidak memiliki lisosom
4.      tidak memiliki sentrosom
5.      timbunan zat berupa pati
6.      bentuk tetap
7.      memiliki vakuola ukuran besar, banyak


Gambar Sel Tumbuhan




Gambar Sel Tumbuhan

Perbedaan Struktur Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan
Sel hewan
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
Mempunyai bentuk yang tetap.
Tidak mempunyai bentuk yang tetap.
Mempunyai dinding sel.
Tidak mempunyai dinding sel.
Mempunyai klorofil.
Tidak mempunyai klorofil.
Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar.
Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan).
Menyimpan tenaga dalam bentuk biji (granul) kanji.
Menyimpan makanan dalam bentuk biji (granul) glikogen.



Phyllotaxis (Hal Duduk Daun)

Phyllotaxis/ Dispositio Foliorum
Tata Letak Daun Pada Batang (Phyllotaxis atau Dispositio Foliorum). Bagian batang atau cabang tempat duduknya daun disebut buku-buku batang (nodus). Dan bagian ini seringkali tampak sebagai bagian batang yang sedikit membesar dan melingkar batang sebagai suatu cincin, seperti pada bambu (Bambusa sp.), tebu (Saccharum officinarum L.) dan semua rumput pada umumnya. Duduknya daun pada batang memiliki aturan yang disebut tata letak daun. Untuk mengetahui bagaimana tata letak daun pada batang, harus ditentukan terlebih dahulu berapa jumlah daun yang terdapat pada suatu buku-buku batang, yang kemungkinannya adalah :


A. Pada setiap buku-buku batang hanya terdapat satu daun
Dinamakan dengan  folia sparsa (tersebar). Walaupun dinamakan tersebar, apabila diteliti justru ditemukan adanya hal-hal yang bersifat beraturan. Jika pada suatu tumbuhan, batangnya kita anggap mempunyai bentuk silinder, maka buku-buku batang sebagai lingkaran-lingkaran dengan jarak yang teratur pada silinder tadi, dan tempat duduk daun adalah suatu titik pada lingkaran itu, maka Ketika kita menjadikan satu titik (tempat duduk daun) sebagai suatu titik tolak kemudian bergerak mengikuti garis yang ada diatasnya dengan jarak terpendek, demikian seterusnya, kita akan sampai pada garis vertikal di atas pangkal tolakan yang pertama. Kejadian seperti ini akan terus berulang kembali, walaupun kita menggunakan daun yang lain sebagai titik tolak.
Perbandingan antara banyaknya garis spiral antara banyaknya kali garis spiral melingkari batang dengan jumlah daun yang melewati selama sekian kali melingkar batang.

1) Rumus daun atau divergensi
Jika untuk mencapai daun yang tegak lurus dengan daun permulaan garis spiral mengelilingi batang a kali, dan jumlah daun yang dilewati selama itu adalah b, maka perbandingan kedua bilangan tadi merupaka pecahan a/b.

2) Ortostik 
merupakan batang yang memiliki sejumlah b garis-garis tgak lurus (vertikal)

3) Spiral genetik 
adalah garis spiral yang merupakan suatu garis yang menghubungkan daun-daun berturut-turut dari atas ke bawah

4) Sudut divergensi
Pecahan a/b menunjukan jarak antar sudut dua daun berturut-turut, apabila diproyeksikan pada bidang datar maka jaraknya tetap dan besarnya a/b x besar lingkaran = a/b x 360o.

5) Deret Fibonacci
Tumbuhan dengan tata letak daun tersebar, ternyata pecahan a/b nya, dapat terdiri atas pecahan-pecahan : 1/2, 1/3, 2/5, 3/8, 5/13, 8/21 dst. Angka-angka tersebut  menunjukan sifat :
ü  Tiap suku dibelakang suku kedua (jadi suku ketiga dst) merupakan suatu pecahan, yang pembilangnya dapat diperoleh dengan menjumlah kedua pembilang dua suku yang ada di depannya, demikian pula penyebutnya yang merupakan hasil penjumlahan kedua penyebut dua suku yang di depannya tadi
atau
ü  Tiap suku dalam deret itu merupakan suatu pecahan yang penyebutnya merupakan selisih antara penyebut dan pembilang suku yang di depannya, sedang penyebutnya adalah jumlah penyebut suku yang didepannya dengan pembilang suku itu sendiri.

6) Roset (rosula)
roset adalah susunan daun yang melingkar dan rapat berimpitan. Menurut letaknya, ada dua macam roset yaitu ;
· roset akar, jika batang amat pendek, sehingga semua daun berjejal-jejal di atas tanah, jadi roset tersebut sangat dekat dengan akar. Contoh : lobak(Raphanus sativus L) dan tapak liman (Elephantopus scaber L)
· roset batang, jika daun yang rapat berjejal-jejal terdapat pada ujung batang, misalnya pada pohon kelapa (cocos nucifera L) dan berbagai macam palma lainnya.
Banyak suku tumbuhan yang memiliki roset, umumnya ditemui pada suku Astraceae (contoh : dandelion) dan suku Branssicaceae (contoh : kol)

7) mosaik daun
pada cabang-cabang yang mendatar atau serong ke atas, daun-daun dengan tata letak tersebar dapat teraur sedemikian lupa sehingga helaian-helaian daun pada cabang itu teratur pada suatu bidang datar, dan membentuk suatu pola seperti mosaik (pola karpet) susunan inilah yang disebut pola karpet. Susunan daun seperti itu disebut mosaik daun.


B. Pada setiap buku-buku batang terdapat dua daun yang berhadapan
Pada setiap buku-buku terdapat 2 daun yang berhadapan (terpisah oleh jarak sebesar 1800). Pada buku-buku batang berikutnya biasanya kedua daunnya membentuk suatu silang dengan dua daun yang dibawahnya tadi. Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berhadapan-bersilang (folia opposita atau folia decussata), contoh pada mengkudu (Morinda citrifolia L.), soka (Ixora poludosa Kurz.), dll.


C. Pada setiap buku-buku batang terdapat lebih dari dua daun.
Tata letak daun yang demikian ini dinamakan : berkarang (Folia verticillata),dapat a.l. ditemukan pada pohon pulai (Alstonia scholaris R.Br.), alamanda (Allamanda cathartica L.), oleander (Nerium oleander L.). pada tumbuhan dengan tata letak daun berhadapan dan berkarang tak dapat ditentukan rumus daunnya, tetapi juga duduk daun yang demikian dapat juga diperlihatkan adanya ortostik-ortostik yang menghubungkan daun-daun yang tegak lurus satu sama lain.


D. Bagan (skema) dan Tata Letak Daun
Tata letak daun pada batang ditempuh dengan dua jalan :
1)      Membuat bagan atau skema letaknya daun
2)      Membuat diagram
ü  Bagan tata letak daun
Batang tumbuhan digambarkan sebagai silinder dan padanya digambar membujur ortostikortostiknya demikian pula buku-buku batangnya. Daun-daun digambar sebagai penampang melintang helaian daun yang kecil. Pada bagan akan terlihat misalnya pada daun dengan rumus 2/5 maka daun-daun nomor 1, 6, 11, dst atau daun-daun nomor 2, 7, 12, dst akan terletak pada ortostik yang sama.
ü  Diagram tata letak daun atau disingkat diagram daun
Untuk membuat diagramnya batang tumbuhan harus dipandang sebagai kerucut yang memanjang, dengan buku-buku batangnya sebagai lingkaran-lingkaran yang sempurna. Pada setiap lingkaran berturut-turut dari luar kedalam digambarkan daunnya, seperti pada pembuatan bagan tadi dan di beri nomor urut. Dalam hal ini perlu diperhatikan, bahwa jarak antara dua daun adalah 2/5 lingkaran, jadi setiap kali
harus meloncati satu ortostik. Spiral genetikya dalam diagram daun akan merupakan suatu garis spiral yang putarannya semakin keatas digambar semakin sempit
a.       Bagan duduk daun dengan rumus 2/5
b.      Diagram daun dengan rumus 2/5


E. Spirostik dan Parastik
Garis-garis ortostik yang biasanya lurus ke atas, dapat mengalami perubahan-perubahan arah karena pengaruh bermacam faktor. Garis-garis ortostik dapat menjadi garis spiral yang tampak melingkari batang pula. Dalam keadaan yang demikian spiral genetik sukar untuk ditentukan, dan letak daun pada batang mengikuti ortostik yang telah berubah menjadi garis spiral tadi, keadaan ini dinamai : Spirostik. Spirostik terjadi karena pertumbuhan batang tidak lurus tetapi memutar. Akibatnya ortostiknya ikut memutar dan berubah menjadi spirostik. Tumbuhan yang memperlihatkan sifat demikian, misalnya:
ü  Pacing (Costus spesiousus Smith), yang mempunyai satu spiriotik, hingga daun-daunnya tersusun seperti anak tangga pada tangga yang melingkar.
ü  Bupleurum falcatum, yang mempunyai dua spiriotik
ü  Pandan (pandanus tectoris Sol) yang memperlihatkan tiga spiriotik
Pada tumbuhan yang letak daunnya cukup rapat ch. kelapa sawit (Elaeis guinensis), duduk daun seakan-akan menurut garis-garis spiral ke kiri atau kekanan. Tampaknya lalu ada dua spiral ke kiri dan kekanan. Garis-garis spiral ini disebut : Parastik. Juga garis-garis spiral yang tampak pada buah nenas yang menunjukkan aturan letak mata-mata pada buah nenas tadi adalah parastik-parastik.