Monday, December 16, 2013

Analisa Usaha Tani Tomat

BAB I
PEMBAHASAN
1.1 PENGOLAHAAN TANAH
            Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan system mengikis atau mencangkol tanah kemudian gulma di sekitar lahan itu akan diserakkan ke atas bedengan yang  akan di buat dengan lebar 90 cmdan tinggi bedengan 35 cm,setelah gulma di serakkan ke atas bedengan yang akan di buat kemudian  di siram dengan urin kelinci. Setelah itu akan di lakukan penutupan gulma ,,kemudian akan di berikan pupuk organik  seperti kompos.
Setelah kompos di taburkan akan di lakukan penutupan dengan tanah sampai merata  dan kemudian di tambah dengan pupuk dasar yang berupa Anorganik.Adapun pupuk dasar anorganik yang diberikan yaitu ;
            -Phonska
            -Kcl    
            -SP 36
            -Dolomit
            Setelah dilakukan penaburan pupuk dasar dibiarkan selama satu minggu  kemudian akan dilakukan pemasangan plastik mulsa yang berwarna hitam perak dengan panjang 680 m, lebar 90 cm. setelah mulsa terpasang di biarkan selama 3-4 hari dan di lakukan pelubangan plastic mulsa  dengan jarak 35 cm antar lubang dengan meggunakan kaleng susu yang telah dipanaskan .Dan setelah selesai pelubangan akan di lakukan penanaman.

1.2 SISTEM PENANAMAN
            Sebelum melakukan penanaman terlebih dahulu membuat persemaian bibit.Untuk memudahkan perawatan tempat penyemaian itu maka di lakukan di atas bilahan bambu ,,dan tanah yang digunakan untuk penyemain bibit berupa tanah yang bersih yang telah di ayak  dan di campur dengan kompos .Setelah media pembibitan selesai maka akan diberikan lubang sedalam 0,5 cm.dan dilakukan penyemaian biji 2/lubang.Bila bibit sudah berkecambah atau mempunyai umur  sekitar 20 hari makan akan dilakukan pemindahan ke lahan yang telah di siapkan .bibit yang akan di tanam terlebih dahulu di surtir (dipilih) dengan tujuan pertumbuhan tanaman  itu normal.

1.3 PEMELIHARAAN TANAMAN
            Pengendalian hama penyakit
Adapun hama yang menyerang tanaman tomat adalah :
1.      Kebul
 Gejala serangan hama kebul adalah membuat pucuk tanaman tomat kering.
2.      Penggerek buah
 gejala serangannya adalah membuat buah tomat menjadi berlubang dan mengeluarkan cairan dari dalam buah tersebut.
Adapun hama penyakit terhadap tanaman tomat tersebut adalah :
-Busuk daun (phythopthora infestan)
 gejala yang tampak pada tanaman tomat terserang penyakit jamur ini adalah sbb:
            1.pada buah terdapat bercak abu-abu kecoklatan .
            2.Daging buah busuk.
            3.Pada daun  terdapat bercak-bercak coklat kehitam-hitaman seperti cacar.
            4.Bercak hitam makin lama makin meluas.
            5.pada serangan lanjut daun mongering dan ada juga yang busuk.
-Penyakit layu bakteri
Gejal penyakit ini adalah:
            1.tanaman kelihatan layu.
2.pertumbuhan tanaman tidak sempurna ,biasanya tanaman tumbuh kerdil dan hidup merana.
3.Serangan penyakit yang berat dapat mengakibatkan tanaman menjadi mati.
-Penyakit bakteri (xanthomonas solanacearum)
Penyakit bakteri yang menyerang tanaman sayuran tomat adalah xanthomonas solanacearum yang gejalanya sbb:
1.bila tanaman dicabut kemudian batangnya di pijit akan keluar cairan seperti susu.
2.tanaman seluruhnya layu seperti tersiram air panas.
1.4 CARA PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
            Pngendalian hama dan penyakit dilakukan berdasarkan cuaca atau iklim dan berdasarkan pengamatan ,pengendalian ini dengan menggunakan pestisida seperti:
1.curacceron
2.acrobat
3.sultrikop
4.octanil
5.tripia
6.antracol
7.score
            Dosis penyemprotan dalm satu hand spayer berkisar dengan air 12n liter/tangki yaitu dilihat dari serangan penyakit tersebut.Dan jugs dilskukan pemangkasan tunas dan daun yang di anggap tidak berfungsi .Sebelum tanaman tomat rebah maka di pasang tiang lanjaran dengan panjang tiang 2,5 meter dan jarak antar tiang 1 meter.Dengan pemasangan tali rapiah pertama dan seterusnya dengan jarak 35 cm ke atas.
1.5 PEMUPUKAN
            Pemupukan susulan antara barisan tanaman  yang sudah di buat pemupukan susulan dilakukan sesuai dengan penamatan dan tanda-tanda tanaman yang sudah membutuhkan unsur hara .pupuk susulan yang diberikan setelah tanaman berumur 20-25 hari  setelah tanam dan di lakukan pemupukan seterusnya 14 hari sekali. Adapun jenis pupuk yang digunakan :
            -Hitdrokompelex
            -RI bas
            -pathen kali butir
            Dosis pupuk yang digunakan adalah 1 gram/lubang  dalam sekali pemupukan susulan.setelah melakukan pemupukan susulan dengan cara menabur pupuk ke lubang ,setelah penaburan pupuk kemudian disiram, dengan air satu gelas aqua 220 ml.Penyiraman pupuk yang telah dilakukan dilat dari larutan pupuk ,bila pupuk belum larut maka penyiraman tetep akan di lakukan. Atau cara lain yang dapat di gunakan adalah dengan melarutkan pupuk terlebih dahulu ke dalam drum/tangki lalu di aduk dan kemudian baru di tuangkan pada lubang tanaman tanpa mengenai daun tanaman tomat ini.
1.6 PASCA PANEN
Tanaman tomat dapat di panen bila buah sudah masak 60%-70% ,pemanenan dilakukan 4 hari sekali.setelah di lakukan pemanenan maka di lakukan penyurtiran dengan membedakan besar buah .Setelah di sortir atau di pilah baru di masukkan kedalam kemasan atau wadah yang telah di siapkan .
Alat untuk pasca panen adalah:
-keranjang
-koran
-tali rapiah.

BAB II
 CONTOH USAHA TANI
CONTOH USAHA TANI YANG DI LAKUKAN OLEH SEORANG PETANI TOMAT
Karakteristik Petani:
Nama Petani:SUMARDJO
Alamat                        :Desa Paya Dedep,Kec Jagong Jeget Kab Aceh Tengah
Usia Petani  ;65 Tahun
Tanggungan Petani:
            Petani memiliki 4 tanggungan yang terdiri dari 3 anak dan 1 istri.Anak yang pertama mengemban pendidikan pekuliahan semester genap (8). Anak yang kedua dan yang ke tiga mengemban pendidikan SMA.
Komoditi :
            Komoditinya adalah tanaman tomat.
Luas lahan:
            Luas lahan yang di pakai adalah 0,5 hektar dengan 5 mulsa.
Produksi:
            Produksi total keseluruhan dari pertama panen hingga sekarang sudah mencapai kurang lebih 25 ton.
            Alasan saya mengambil sampel tanaman tomat karena tanaman ini juga memiliki peran yang sangat penting  dalam suatu usaha tani yang juga memiliki ke gunaan yang sangat penting pul adalam produksi makanan di dunia.




BAB III
ANALISI USAHA TANI TOMAT
Analisis Usaha Tani Tomat
(Luas 0,5/Setengah  Hektar)
I. Persiapan Lahan
A. Bahan
-  Dolomit                                1.000 kg@Rp150         Rp    150.000
-  Pupuk Kandang                             10.000 kg@Rp250         Rp 2. 500.000
-  Pupuk NPK                                      750 kg@Rp3.500         Rp 3.000.000
-  Pestisida alami untuk tanah                              9 kg@Rp8.500        Rp    100.000
-  Mulsa                                                5 rol@Rp400.000       Rp 2.000.000
                                                                                               
---------------Subtotal Rp 7.600.000
B. Tenaga Kerja
-  Pembersihan Lahan                         40HKP@Rp12.000      Rp   280.000
-  Pengolahan Tanah                          80HKP@Rp12.000      Rp   960.000
-  Perawatan Bedengan                     80 HKP@Rp12.000       Rp1.000.000
-  Pengapuran                                      5HKW@Rp10.000     Rp50.000
-  Penaburan Pupuk Kandang          18HKW@Rp10.000       Rp   180.000
-  Penaburan Pupuk Buatan                5HKW@Rp10.000      Rp   50.000
-  Pemasangan Mulsa                        24HKW@Rp10.000      Rp   240.000
                                                                                               
--------------Subtotal  Rp2.480.000
II. Pembibitan dan Persemaian
A.Bahan
-  Polibag                                                 8kg@Rp15.000        Rp  120.000
-  Benih                                                  5pak@Rp65.000       Rp  325.000
-  Sungkup Plastik                               37 mRp3.500               Rp  129.500
                                                                                                --------------Subtotal           Rp67.400
B. Tenaga Kerja
-  Semai                                            23HKW@Rp10.000       Rp  230.000
-  Pembuatan Lubang Tanam              5HKP@Rp12.000       Rp  60.000
-  Penanaman & Penyulaman                     20HKW@Rp10.000        Rp  200.000
                                                                                                -------------Subtotal           Rp  490.000
III. Pemeliharaan
A. Bahan
-  Ajir                                           11.000batang@Rp150        Rp1.650.000
-  Insektisida                                      10liter@Rp150.000       Rp1.500.000
-  Fungisida                                                 33kg@50.000       Rp1.650.000
-  Perekat Serangga                             5 liter@Rp120.000      Rp  600.000
-  Fungisida Hayati Patogen Tanah      5 kg@Rp50.000          Rp  250.000
-  Pupuk Daun                                     3 liter@Rp25.000        Rp  75.000
-  Zat Pengatur Tumbuh                     2 liter@Rp65.000        Rp  130.000
-  Rafia                                                                8 kg@Rp15.000       Rp  120.000
-  Herbisida                                          5 liter@Rp50.000        Rp  250.000
                                                                                                -------------Subtotal           Rp622.5000
B. Tenaga Kerja
-  Pemangkasan                             30 HKW@Rp10.000         Rp   300.000
-  Pasang Ajir                                  15 HKP@Rp12.000         Rp   180.000
-  Pupuk Susulan                           10 HKW@Rp10.000         Rp   100.000
-  Penyemprotan                              80 HKP@Rp12.000        Rp1.200.000
-  Panen & Pascapanen                               15 HKW@Rp10.000            Rp1.50.000
                                                        45 HKP@Rp12.000         Rp540.000
-  Mandor                                            4 bln@Rp500.000       Rp2.000.000
                                                                                               
--------------Subtotal  Rp4.570.000

IV. Peralatan        
-  Sprayer/alat semprot                                    3buah@Rp300.000     Rp   900.000
-  Ember                                             10buah@Rp10.000      Rp   100.000
-  Drum                                               3buah@Rp200.000     Rp   600.000
-  Gembor                                            2 buah@Rp50.000      Rp     100.000
-  Peti                                           700 buah@Rp4.000           Rp2.800.000
                                                                                               
--------------Subtotal  Rp4.500.000


V. Sewa Lahan/Musim                                                                        Rp500.000
VI. Saung/Gubuk                                                                                             Rp    500.000
            Total                Rp26.932.400
Populasi tanaman        : 13.000 batang
Produksi                      : 25 ton
Hasil Panen                 : 25.000 kg x Rp3.000
                                    : Rp75.000.000
Keuntungan           : Rp75.000.000–Rp26.932400 = Rp48.067.600
Catatan :   HKP = Hari Kerja Pria, HKW = Hari Kerja Wanita
              Penanaman dilakukan pertama kali, sehingga sarana produksi selain benih, pupuk, dan pestisida harus disediakan.





Saturday, October 12, 2013

Sumber Daya Alam

Manajemen Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (SDA)  adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewantumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumigas alam, berbagai jenislogamair, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti IndonesiaBrazilKongoSierra LeoneMaroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.
Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan dansuhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.


Sumber daya alama di indonesia
Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:
·  Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
·       Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
·      Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.
Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklatkaretkelapa sawitcengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.
Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, sepertipetroleumtimahgas alamnikeltembagabauksittimahbatu baraemas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi
Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasijuga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.

Pemanfaatan sumber daya alam
Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.

Sumber daya alam hayati
adalah sumber daya alam yang hidup

Tumbuhan
Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui prosesfotosintesis. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan. Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:
·         Bahan makanan: padijagung,gandum,tebu
·         Bahan bangungan: kayu jatikayu mahoni
·         Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit
·         Obat: jahedaun binahongkinamahkota dewa
·         Pupuk kompos.

Pertanian dan perkebunan
Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Data statistik pada tahun2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong. Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit (bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).

Hewan, peternakan, dan perikanan
Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggas dan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain. Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.

Sumber daya alam nonhayati
Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: airanginsinar matahari, dan hasil tambang.

Air
Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah lautsamudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungaidanau, dll.). Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat. Air juga digunakan untukpengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi. Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.

Angin
Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya. Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.

Tanah
Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik. Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.

Hasil tambang
Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastrukturkendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut. Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini. Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein. Beberapa contoh bahan tambang dan pemanfaatannya:

Minyak Bumi
·         Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
·         Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
·         Minyak Tanah untuk bahan baku lampu minyak;
·         Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
·         LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
·         Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
·         Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
·         Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
·         Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)